Gaya Tarik
Menarik Antar Molekul
Agar molekul
da[at berwujud baik gas, cair, maupun padat maka harus ada gaya tarik menarik
antar molekul benda tersebut.Gaya tarik menarik dapat terjadi pada molekul yang
sama disebut kOHESI, sedangkan bila berbeda disebut ADHESI.Gaya tarik menarik
juga terjadi antar permukaan.Gaya tarik menarik, baik terjadi pada molekul
maupun antar permukaan banyak manfaatnya saat kita mempelajari masalah
kestabilan suspensi, emulsi, sat terjadi flokulasi atau deflokulasi, kekompakan
serbuk dalam kapsul atau kompresi lilitan serbuk pada saat diikat.
Gaya Tarik
Menarik Dan Tolak Menolak
Bila 2
molekul saling berhubungan dan bila masing-masing mempunyai muatan berbeda maka
akan saling tarik menarik, sebaliknya bila muatan sama akan terjadi tolak
menolak.antara menolak dan menarik terjadi gerakan yang bertentangan
sehingga seperti barang yang bersifat elastis.Gaya tarik menarik antar molekul
untuk bahan yang berbentuk gas, cair, dan padat sangat berbeda.Hal ini yang
akan mempengaruhi bentuk dan kekompakan zat tersebut.
Perubahan
Bentuk Suatu Zat
Ini disebut
agrerasi zat.Secara umum zat digolongakan menjadi 3 bentuk, yaitu padat, cair,
dan gas.peristiwa perubahan bentuk suatu ke bentuk lain adalah sbb :
·
Padat —->
gas
disebut menyublim
·
Padat —->
Cair
disebut melebur / mencair
·
Gas —->
padat
disebut menyublim
·
Gas —->
Cair
disebut mengembun
·
Cair —->
Gas
disebut menguap
·
Cair —->
Padat
disebut membeku
Pt Diagram
Adalah
pengaruh tekanan dan suhu yang akan mempengaruhi bentuk zat tersebut.Pada Pt
Diagram akan mudah dijelaskan perubahan bentuk karena pengaruh tekanan dan
suhu.Sebagai contoh air yang mempunyai 3 bentuk, yaitu cair, gas, dan padat.
a)
Bila suhu diturunkan dan tekanan diturunkan, maka air akan berbentuk padat.
b)
Bila suhu dinaikkan dan tekanan di perbesar, maka air akan berbentuk cair.
c)
Bila suhui dinaikkan sedangkan tekanan diturunkan, maka akan berubah menjadi
gas.
Masing-masing
daerah (bentuk zat)di batasi oleh garis-garis pembatas.Ketiga garis dapat
bertemu salah satunya, maka titik pertemuan disebut garis pembatas.Pertemuan
ketiga pembatas disebut TITIK TRIPLE.Pada titik ini bertemu maka zat tersebut
akan mengalami yaitu pada suhu ndan tekanan tertentu akan mengalami ketiga
bentuk sekaligus.Apabila zat dinaikan tekanannya pada suhu tertentu, maka akan
berubah menjadi gas.Bila pada suhu kemudian tekanan tetap dinaiikan dan suhu
coba diturunkan (bila gas gas itu berubah menjadi cair), maka suhu tersebut
dinamakan SUHU KRITIS, dan ini penting diketahui p[ada saat kita mengiginkan
pencairan gas.
Bentuk Gas
Bentuk gas
umumnya memiliki gaya tarik menat]rik antar molekul sangat kecil bahkan hampir
tidak ada lagi.Oleh karena itu, bentuk gas dan volume selalu mengikuti bentuk
dan ukuran dari wadah.
Hukum Boyle:
Bila gas
volumenya di perbesar, maka tekanan akan turun.
P xV = K atau P1 x V1 = P2 xV2
P xV = K atau P1 x V1 = P2 xV2
Perubahan
ini pada suhu tetap
Pencairan
Gas
Dengan
mengamati titik kritis suatu gas tertentu, maka gas tersebutdapat diubah
menjadi bentuk cair asal diketahui titik kritisnya, yaitu dengan menaikkan
tekanannya.Perubahan gas menjadi cair dan cair menjadi gas, penting didalam
sistem kerja dan penyediian obat, baik sistem packing, sediaan maupun metoda
penggunaan.
a)
Bentu gas didalam teknik : LPG, LNG, nitrogen cair, freon atau gas lain.
b)
Bentuk gas cair dalam obat : Chloraetyl
Sediaan
Aerosol
Apabila gas
dimasukkan kedalam wadah tetutup dengan ditekan terus menerus pada suhu kritits
akan berubah menjadi cair.Sebaliknya apabila dialirkan ke dalam ruang terbuka
akan berubah menjadi gas kembali.Prinsip tersebut digunakan untuk mengemas obat
kedalam bentuk AEROSOL (spraying).
Prinsip
aerosol: bentuk aerosol obat bisa berbentuk cairan,padatan, atau suspensi
dengan mencampurkan propelan yaitu gas cair, dicampur dengan serbuk, cairan,
atau suspensi, lalu dimasukkan ke dalam kaleng yang diberi valve. Dengan
memencet valve tersebut, propelan akan berubah dari cair menjadi gas sekaligus
akan membawa bahan obat keluar (contoh: aerosol obat asma atau jenis penghilang
bau mulut).
Sediaan cair
Berbeda
dengan gas , bentuk cair mempunyai daya kohesi yang lebih besar namun masih
kalah dengan bentuk padat. Oleh karena itu, cairan tidak dapat dimanfaatkan
namun bentuk masih bisa berubah, yaitu mengikuti bentuk tempatnya.
Salah satu
sifat zat cair antara lain: adanya titik beku, titik didih, titik uap, derajat
kekentalan, sifat indeks bias. Karena angka dari masing-masing tidak pernah
tepat betul, makaistilahnya menjadi jarak didih atau jarak beku, meskipun
selisih angkanyasangat kecil.
Titik
didih/jarak didih
Bila cairan
dipanaskan mula-mula terjadi kenaikan suhu, lalu mendidih. Suhu didih adalah
suhu pada zat cair tepat mendidih pada tekanan udara 76 cm Hg, sedangkan
jarak didih adalah suhu pada saat cairan tersuling sebagian/seluruhnya pada
tekanan udara 76 cm Hg. Titik didih dipengaruhi oleh jenis cairan,
kemurnian cairan, tekanan udara saat itu dan zat terlarut.
Pengaruh
tekanan terhadap titik didih
Bila air
dalam keadaan terbuka dipanaskan pada suhu 100°C, telah mendidih. Dengan
memanaskan pada tempat tertutup rangkap, ternyata pada suhu 100°C air belum
mendidihnya, baru pada suhu 116°C-117°C air akan mendidih bahkan tergantung
tekanan, hingga dicapai 121°C.
Prinsip
tesebut digunakan pada alat autoklaf/pelunak daging atau yang lainnya. Dengan
demikian bahwa autoklaf digunakan untuk sterilisasi dengan pemanasan basah pada
suhu antara 117°C-121°C. Dengan suhu tersebut, bakteri maupun spora dapat
dimatikan. Sedangkan sterilisasi pada uap mengalir, suhu yang tercapai hanya 100°C,
sehingga yang mati hanya bakteri namun spora tetap hidup.
Jarak didih
atau titik didih juga digunakan untuk menentukan kemurnian suatu cairan dangan
mengukur titik didihnya, zat yang tidak murni mempunyai titik didih yang
menyimpang dari ketentuan literatur.
Destilasi
fraksi
Karena
masing-masing cairan mempunyai titik didih tertentu, bila tercampur dengan
cairan yang lain dengan cara destilasi fraksi/ penyulingan bertingkat.
Berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing.
Indeks bias
Apabila
cahaya dijatuhkan dan melewati medium yang berbeda, misalnya kaca/cairan, maka
cahaya tidak berjalan lurus namun sedikit membelokkan/dibiaskan (direfrasikan).
Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya apabila menembus zat yang
berbeda.pembiasaan tergantung kepada jenis cairan dan kemurnian cairan. Oleh
karena itu, indeks bias juga dapat digunakan untuk menentukan kemurnian cairan
berdasarkan pembiasaan. Metoda ini disebut metoda refraktometer dengan alat
REFRAKTOMETER ABBE. Metode ini sangat cepat, praktis, dan memerlukan bahan yang
sangan sedikit (hanya satu tetesan cairan). Metode ini terutama untuk mengukur
kemurnian minyak-minyak menguap.
Titik beku
dan penurunan titik beku (ΔTB)
Zat bika
didinginkan akan membeku pada suhu bekunya. Titik beku tiap cairan berbeda
tergantung kemurnian cairan juga tergantung kemurnian cairan. Bila dalam cairan
terlarut zat-zat, maka titik bekunya semakin rendah. Ini disebut dengan
penurunan titik beku (ΔTB). Penurunan titik beku ini penting terutama di daerah
dingin untuk pendingin mesin. Mesin mobil perlu ditambah garam mineral agar air
(radiator cooler) tidak membeku pada musim dingin. Adanya zat terlarut akan
menurunkan titik beku, sebaliknya akan menaikkan titik didih. Jika dengan titik
beku juga digunakan untuk melihat kemurnian suatu cairan.
Penurunan
titik beku dan tonisitas larutan
Adanya zat
terlarut dalam cairan akan mempengaruhi titik beku atau terjadi penurunan titik
beku. Ternyata makin tinggi zat terlarut, penurunan titik beku semakin
meningkat. Selain itu menurunkan titik beku, hal tersebut juga ada hubungannya
dengan tonisitas dari cairan. Jadi, tonisitas cairan juga dipengaruhi oleh
kadar zat terlarut.
Tonisitas
larutan
Larutan
mempunyai tonisitas tertentu. Tergantung kadar atau jenis zat terlarut. Ini
akan terasa apabila cairan dimasukkan ke dalam bahan/ diteteskan pada membran
mukosa (selaput lendir) dari anggota badan, seperti hidung dan mata, karena
tonisitas berbeda.
Cairan badan
mempunyai tonisitas tertentu yaitu yang setara dengan tonisitas larutan garam
NaCl 0,9%. Ini disebut cairan ISOTONIS. Larutan yang tidak isotonis jika masuk
kedalam kulit-daging-air mata akan berakibat sesuatu, yaitu bila hipertonis
akan terasa pedih sedangkan bila hipotonis akan terjadi pecahan sel. Oleh
karena itu, cairan atau larutan untuk obat suntik/tetes mata/tetes hidung
sebaiknya isotonis. Diperbolehkan hipertonis dengan batas-batas tertentu,
karena meskipun terasa pedih, lama-lama hilang karena larutan akan diencerkan
oleh cairan tubuh/air mata. Yang tidak diperbolehkan adalah larutan hipotonis,
karena sel kemungkinan mengkerut dan pecah.
Perhitungan
isotonis/tonisitas
Tonisitas
laritan tergantung kepada kadar zat terlarut, jika kadar kurang kemungkinan
hipotonis. Agar menjadi isotonis perlu ditambah zat terlarut. Tentunya untuk
menambah ini dipilih zat inert, tidak mempengaruhi obat, baik secara kimia
maupun terapi. Jumlah ditambahkan tergantung jenis zat. Yang umum
digunakan adalah NaCl (garam dapur)/fosfat/borat (acid boricum). Zat
ditambahkan berdasarkan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat
tersebut.
wei keren gaya tarik menarik molekul ade
BalasHapusgendek ade
BalasHapussemoga menyenangkan study toure ntar tgl 28 jan
BalasHapuscamkoha
BalasHapusmabtap
BalasHapuscamkoha
BalasHapus